Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir Pasuruan Belum Surut, 50 KK Masih Terdampak
Ilustrasi UMKM (pexels.com/Pew Nguyen)

Pasuruan, IDN Times - Banjir luapan kembali merendam wilayah Kabupaten Pasuruan. Sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) terdampak genangan yang terus meningkat akibat luapan sungai dan pasang air laut di Kecamatan Kraton, Kamis (21/5/2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) mencatat banjir mulai terjadi sejak Selasa (19/5/2026) sore setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Pasuruan. Debit air di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) meningkat hingga meluap ke jalan dan permukiman warga.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto mengatakan kondisi genangan saat ini masih fluktuatif. Sejumlah titik mulai surut, namun banjir di Desa Pulokerto justru mengalami peningkatan karena dipengaruhi pasang air laut.

“Di Dusun Pulodowo, Desa Pulokerto terjadi peningkatan genangan akibat pengaruh pasang air laut,” ujar Gatot dalam laporan resminya.

Genangan paling parah terjadi di jalan desa Dusun Pulodowo dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 60 sentimeter. Sebanyak 50 KK dilaporkan terdampak banjir di wilayah tersebut.

Sementara di Desa Tambakrejo, genangan mulai berangsur turun. Di Dusun Batoan, jalan masih tergenang setinggi 15 sentimeter, sedangkan Dusun Gayam dan Dusun Padangan dilaporkan telah surut.

Meski banjir masih terjadi, BPBD memastikan belum ada warga yang mengungsi maupun korban jiwa akibat kejadian tersebut. Cuaca di lokasi saat ini terpantau cerah berawan.

BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Pasuruan masih terus melakukan pemantauan dan pendataan rumah terdampak. Petugas juga menyiagakan perahu evakuasi untuk mengantisipasi jika genangan semakin tinggi.

Selain itu, bantuan darurat berupa makanan siap saji dan glangsing juga mulai disalurkan untuk membantu warga menghadapi banjir yang belum sepenuhnya surut.

“BPBD Kabupaten Pasuruan menyiagakan perahu untuk mendukung proses evakuasi bila dibutuhkan,” pungkas Gatot.

Topics

Editorial Team

Related Article

Kota Surabaya
jatim26 Jan 2026, 15:27 WIBNews