Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Times/Jabar
IDN Times/Jabar

Surabaya, IDN Times - H-7 jelang Pemilu 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mendapati ribuan pelanggaran kampanye. Tercatat ada 3.002 pelanggaran pemilu yang masuk ke Bawaslu. "Per Maret kemarin seluruh Jatim ada 3002 pelanggaran," ujar Komisioner Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi, Rabu (10/3).

1. Terbanyak pada alat peraga

Ilustrasi alat peraga kampanye. (IDN Times/Debbie Sutrisno)

 

Aang membeberkan, dominasi pelanggaran kampanye ada di admisitrasi khususnya pemasangan alat peraga. Hal tersebut menjadi sorotan tersendiri dari Bawaslu kepada peserta Pemilu 2019.

"Pelanggaran khususnya pemasangan alat peraga kampanye maupun penyebaran bahan kampanye yang tidak sesuai ketentuan," kata Aang.

2. Ribuan pelanggaran ditemukan di Banyuwangi

-

 

Aang menambahkan, untuk pelanggar bahan kampanye terbanyak saat ini masih di kawasan Banyuwangi. Dia menyebut jumlah pelanggarannya lebih dari ribuan. "Kalau terbanyak Banyuwangi, ada ribuan dalam catatan Bawaslu Jatim," tambahnya.

3. Ada ASN yang melanggar dan memenuhi unsur pidana

Ilustrasi PNS (ANTARA FOTO/Aprilio Akbar)

 

Selain itu, lanjut Aang, pelanggaran lain yaitu soal netralitas aparatur sipil negara (ASN). Laporan yang masuk, ada tiga tindak pidana yang sudah memenuhi unsur pidana dan telah berketatapan hukum alias incraht.

Dia menyebut salah satu contoh kasus adalah di Kabupaten Mojokerto. Bawaslu Jawa Timur mendapati laporan kepala desa menuntun atau mengarahkan massa pada salah satu dukungan. "Incracht sudah diputus kepolisian bahwa yang bersangkutan bersalah," beber Aang.

4. Masih ada kemungkinan pelanggaran saat masa tenang

pixabay/mohamed_hassan

 

Meski begitu, Aang mengaku sejauh ini tingkat ketaatan peserta pemilu cukup kooperatif semua. Namun bukan berarti pihaknya lengah. Masih ada kemungkinan pelanggaran hingga masa tenang Senin (15/4).

"Seperti kemarin ada keterlibatan anak-anak ikut kampanye akbar, atau masih kami dapati adanya mobil berpelat merah yang digunakan kampanye, atau ada beberapa kepala desa yg diikutsertakan dalam kampanye," pungkas Aang.

Editorial Team