Surabaya, IDN Times - Tak ada yang menyangka jalan hidup Putri Narulita begitu berat. Pada usianya yang bahkan belum genap 19 tahun, ia sudah ditinggal pergi oleh suaminya selama-lamanya akibat bencana gempa bumi Palu.
Setelah itu, dia menikah lagi dengan Maspuryanto. Jauh panggang dari api, alih-alih hidupnya bahagia setelah pernikahan keduanya, Putri makin nelangsa. Dia kerap menerima kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari sang suami.
Hingga pada akhirnya, sang suami tega membakar dirinya hidup-hidup sesaat setelah keduanya terlibat pertengkaran di sebuah kamar kos, di Ketintang Baru, Surabaya, 15 Oktober lalu. Kini Putri masih tergolek lemas di atas ranjang perawatan Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr Soetomo. Berusaha melepaskan mimpi-mimpi buruk yang mengekang kehidupan rumah tangganya. Sekuat tenaga berjuang untuk pulih. Berharap angan-angan indahnya segera tergapai.
