Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ada Oknum Kemenag Jatim Diduga Terlibat Penipuan Percepatan Haji

Kota Surabaya
Ada Oknum Kemenag Jatim Diduga Terlibat Penipuan Percepatan Haji
ANTARA FOTO/Aji Styawan
Share Article

Surabaya, IDN Times - Kabid Humas Polda Jawa Timur (Jatim), Kombes Pol Frans Barung Mangera menyampaikan, polisi masih terus mendalami kasus penipuan terhadap 59 calon jemaah haji (CJH) yang dijanjikan berangkat cepat. Meski sudah menahan satu tersangka, polisi menerima ada oknum lain yang berperan.

  1. 1. Diduga ada oknum kemenag

    Haji di mekkah
    Haji di mekkah

     

    Saat ini, lanjut Barung, polisi menduga tersangka Murtaji Junaedi tidak bekerja sendirian. Berdasarkan pengakuan tersangka ada oknum Kantor wilayah Kementerian Agama Jatim terlibat.

    "Saudara Junaedi ini hanya pengepul, dia juga dijanjikan oleh oknum Kementerian tertentu (Kemenag). Rencananya ini juga akan melaporkan oknum ini," ujar Barung.

  2. 2. Oknum terduga segera diperiksa

    IDN Times/Ardiansyah Fajar
    IDN Times/Ardiansyah Fajar

     

    Perwira dengan melati emas ini menuturkan, penyidik telah mengantongi identitas oknum Kemenag seperti yang disampaikan oleh tersangka MJ. Oknum tersebut segera dipanggil untuk diperiksa.

    "Segera kita panggil guna pemdalaman kasus ini," kata Barung.

  3. 3. Ternyata ada 8 korban yang membatalkan laporan

    IDN Times/Ardiansyah Fajar
    IDN Times/Ardiansyah Fajar

     

    Barung menjelaskan, sebelumnya ada 59 calon haji yang merasa tertipu dan membuat laporan ke Polda Jatim. Namun kemudian, ada delapan orang yang membatalkan laporannya. Sehingga, jumlah korban merasa tertipu dan membuat laporan berjumlah 51 orang.

    "Total kerugian korban lumayan besar, yakni lebih dari Rp850 juta. Besar sekali uang yang dikumpulkan tersangka ini," katanya.

  4. 4. Tim investigasi juga diturunkan Kemenag

    pixabay/AbdullahShakoor
    pixabay/AbdullahShakoor

     

    Terpisah, Kasi Pengelolah Keuangan Haji Kemenag Jatim, Sugianto mengatakan tidak ada persyaratan untuk menambah uang untuk program percepatan haji. Terkait dugaan adanya oknum Kemenag terlibat, pihaknya sudah menerjunkan Tim Investigasi Itjen. Saat ini tim tersebut telah memeriksa secara marathon oknum yang terindikasi.

    "Tim Investigasi Itjen Kemenag sudah bergerak cepat, memanggil ASN Kemenag yang terindikasi terlibat, sekarang masih bekerja, belum selesai, tunggu hasilnya," katanya.

    "Yag terindikasi tersangkut akan didalami, kalau tidak ada yang tersangkut, selesai tugas Tim Investigasi Itjen," tambah Sugianto.

Share Article

Curated For You

Editorial Team

Latest News Jawa Timur

See More