IDN Times/Mohamad Ulil Albab
Festival Arsitektur Nusantara, dihadiri sekitar 300 arsitek nasional dari Ikatan Arsitek Indonesia dan Arsitek Muda Banyuwangi (AMB). Sejumlah arsitek kondang, seperti Andra Matin, Yori Antar, Budi Pradono, Jeffrey Budiman, Adi Purnomo, Denny Gondo, Achmad Noerzaman, tampak hadir dalam acara tesebut.
Para arsitek tersebut, sebagian juga telah mendukung desain arsitektur lokal dalam pembangunan sejumlah bangunan penting di Banyuwangi, mulai dari Bandara, Industri Kereta, Pendopo, Ruang Terbuka Hijau, Hotel, Gedung Pemerintah, Stadion hingga Puskesmas.
"Banyuwangi beruntung karena arsitek-arsitek papan atas yang karyanya sudah lintas negara mau ikut terlibat dalam pengembangan Banyuwangi. Pak Andra Martin yang telah membangun Bandara Banyuwangi yang menggunakan arsitektur hijau ramah lingkungan dengan desain Suku Using. Pak Budi Pradono, desain Grand Watu Dodol, shalter pulau Merah, Ijen, dan dormitory tourism, idenya menarik. Pak yori Antar yang mendesain Pulau Merah, terimakasih," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Anas menyampaikan, selain menjadi daya tarik wisatawan, dia ingin meninggalkan jejak arsitektur untuk peradaban jangka panjang yang bermanfaat di Banyuwangi.
"Bagi Banyuwangi, arsitektur adalah bagian penting dari pembangunan. Kami menitipkan peradaban Banyuwangi melalui arsitektur sebagai produk kebudayaan kepada kemajuan ekonomi yang sedang berlangsung," katanya.