IDN Times/Beautiful Banyuwangi
Menpar Arief lalu menjelaskan mengapa BEC bisa masuk Top 10 atraksi wisata nasional. Menurutnya, Banyuwangi telah memegang prinsip 3C, yakni creative value, commercial value, dan CEO commitment
"Kreatif itu bisa dilihat dari kemasan event-nya. Mulai koreografer, desainer kostumnya, hingga musik pengiringnya. Tiga hal ini menentukan kualitas suatu atraksi," kata Menpar.
Dari sisi komersial, pariwisata berhasil menjadi pengungkit ekonomi daerah. Perdapatan per kapita rakyat Banyuwangi meningkat Rp 48 juta pada tahun 2018, dari Rp 20 juta pada tahun 2010.
"Terakhir, komitmen kepala daerah. Suatu daerah yang bergerak maju, pasti dipimpin kepala daerah yang berpikiran maju. Dan saya tahu betul, Bupati Anas turun sendiri untuk merancang event di daerahnya," kata Menpar.
"Banyuwangi bahkan berhasil menyabet penghargaan tertinggi sektor pariwisata dalam ajang Indonesia Attractiveness Award, mengalahkan kabupaten lain di Indonesia. Sekali lagi selamat kepada Banyuwangi," ujar Menpar Arief.