Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Buka Pagelaran Inchan, Menlu Retno Singgung Soal Perdamaian Dunia

IDN Times/Mohamad Ulil Albab
IDN Times/Mohamad Ulil Albab

Banyuwangi, IDN Times - Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi memiliki strategi agar Indonesia memiliki peran menjadi agen perdamaian dunia di tengah kondisi global yang dinilai rentan terjadi konflik dan peperangan.

Strategi tersebut, salah satunya dituangkan dalam program Beasiswa Seni dan Budaya (BSBI) yang diikuti puluhan negara dari beragam perwakilan negara di dunia setiap tahun.

"Kenapa kita memberikan scholarship kepada mahasiswa asing, anak muda dari berbagai macam negara? Kita ingin mereka menjadi agen perdamaian, menjadi agen menghormati perbedaan. Alat soft power politik luar negeri Indonesia untuk merajut perdamaian," kata Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi saat buka pagelaran seni Indonesia Channel (Inchan), sebagai malam puncak penutupan program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2019 di Taman Blambangan Kabupaten Banyuwangi, Selasa malam (13/8).

 

1. Menjadi duta Indonesia di negaranya masing-masing

IDN Times/Mohamad Ulil Albab
IDN Times/Mohamad Ulil Albab

Para mahasiswa BSBI tampil menghibur masyarakat dan disaksikan langsung Menteri Retno.

Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) setiap tahun memiliki program beasiswa BSBI yang diikuti dari berbagai belahan negara di dunia. Selama tiga bulan, mahasiswa BSBI belajar seni budaya Indonesia sebelum malam puncak penutupan.

Saat malam puncak, para mahasiswa tampak lihai memainkan gamelan hingga menarikan tarian Gandrung khas Banyuwangi.

Setelah penutupan BSBI angkatan 2019, para mahasiswa bakal kembali ke negaranya masing-masing. Melihat dari alumni sebelumnya, kata Retno, banyak yang menjadi duta seni budaya Indonesia hingga kembali ke Indonesia untuk melanjutkan studi S2 dan S3.

"Saat mereka kembali banyak jenis kegiatan yang dilakukan, ada yang mendirikan sanggar seni di negara mereka, ada yang mengembangkan seni bela diri, juga yang memperkuat KBRI atau KJRI di dalam pentas pentas seni, ada juga yang memperkuat tim gamelan kita di luar negeri," paparnya.

"Ini kalau disambungkan satu sama lain, persaudaraan Indonesia dengan negara negara di dunia akan semakin kuat," tambahnya.

3. Melahirkan 920 alumni

IDN Times/Mohamad Ulil Albab
IDN Times/Mohamad Ulil Albab

Program BSBI Kementerian Luar Negeri digelar sejak tahun 2003, dan saat ini telah melahirkan 920 alumni dari 77 negara.

"Untuk tahun ini ada tiga negara baru, Gambia, Portugal dan Kolombia," ujarnya.

Misi menjadikan para pemuda agen perdamaian dan toleransi, kata Retno, merupakan cara untuk untuk memposisikan Indonesia sebagai jalan menyelesaikan persoalan konflik.

"Indonesia ingin jadi bagian dari penyelesaian masalah, bukan masalah itu sendiri, kita harap pemuda jadi agen perdamaian dan toleransi," katanya.

Tidak hanya BSBI, Kemenlu juga memiliki program lain untuk misi serupa, yakni dari Women Peace and Security, Outstanding Youth for the World.

"Kemudian Miss Indonesia muda, melakukan beberapa pengkajian atau pendalaman isu. Kita juga punya duta Asean, memilih duta Indonesia untuk berdiplomasi di Asean," katanya.

3. Tahun ini mayoritas diikuti dari Benua Afrika

IDN Times/Mohamad Ulil Albab
IDN Times/Mohamad Ulil Albab

Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kemenlu RI, Cecep Herawan menambahkan, angkatan BSBI 2018 banyak diikuti oleh negara-negara dari Afrika, karena bertepatan dengan digelarnya Indonesia Afrika Forum.

"Khusus tahun ini kita adakan Indonesia Afrika Forum, BSBI pun mengikuti dari peserta banyak dari Benua Afrika. Dalam seleksi, kita juga mengutamakan kesetaraan gender, karena mereka mencerminkan itu," ujarnya.

Namun, prinsipnya, program tersebut bisa diikuti oleh semua negara.

"Juga memperhatikan perwakilan negara negara, bergilir, sehingga memperbanyak teman teman Indonesia di seluruh penjuru dunia," ujarnya.

4. Akan kembali ke Indonesia

IDN Times/Mohamad Ulil Albab
IDN Times/Mohamad Ulil Albab

 

Salah satu mahasiswa BSBI asal Portugal, Pedro Antonio De Sousa Saltao, mengaku terkesan dengan program BSBI. Sebagai angkatan pertama dari negaranya, Antonio menilai BSBI bisa berdampak terhadap hubungan bilateral antar negara.

"Bagi saya BSBI bukan sekedar mempelajari seni budaya Indonesia yang kaya dan beragam, tapi juga bisa mempererat hubungan bilateral antar negara. Setelah ini, saya ingin kembali lagi ke Indonesia," kata Antonio.

Share
Topics
Editorial Team
Mohamad Ulil Albab
EditorMohamad Ulil Albab
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

jatim

26 Jan 2026, 15:27 WIBNews