Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dok. IDN Times/Istimewa
Dok. IDN Times/Istimewa

Surabaya, IDN Times - DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) merancang modul ‘Gerakan Kampus Ramah Perempuan’. Ketua Bidang Pergerakan Sarinah dan Perlindungan Anak DPP GMNI, Dia Puspitasari, mengatakan modul itu akan dirancang oleh sebuah tim beranggotakan 15 orang dari berbagai kampus di Indonesia.

“Sejak pertama kali digagas pasca pelantikan pengurus DPP GmnI, konsistensi gerakan atas gagasan kampus ramah perempuan telah dibangun dan kini harus tercapai. Karena itulah kami merancang modul penerapannya,” kata Dia Puspitasari, Selasa (26/2).

1. Penyusnannya bekerja sama dan melibatkan berbagai kalangan

Dok. IDN Times/Istimewa

Dia Puspitasari menjelaskan selain dirancang oleh 15 orang dari berbagai kampus di Indonesia, GmnI juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk merancang modul itu. GmnI bekerja sama dengan akademisi, peneliti dari LIPI, Komnas Perempuan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan beberapa aktivis perempuan.

“Mereka semua kami libatkan sebagai mitra dalam membentuk modul,” katanya.

2. Tujuan dirancangnya modul kampus ramah perempuan

Dok. IDN Times/Istimewa

Tujuan dirancangnya modul ini adalah menimalisir kekeraan perempuan untuk terjadi di institusi pendidikan, yaitu kampus. Hal ini karena, menurut Dia banyak perempuan yang berpendidikan tinggi dengan masih menempuh pendidikan kuliah mengalami kekerasan fisik dalam hidupnya.

“Kampus harus jadi salah satu tempat yang aman bagi perempuan,” katanya.

3. Target pasca penyusunan modul

Dok. IDN Times/Istimewa

Setelah modul iitu terbentuk, Dia dan tim perencang akan melakukan uji coba penerapan modul di salah satu kampus. Menurutnya, mekanisme elaborasi gerakan, antara organisasi ekstra kampus dan intra kampus menjadi salah satu tawaran dari strategi gerakan kampus ramah perempuan.

“Kami akan melakukan uji coba penerapan modul yang telah disusun di salah satu kampus,” katanya.

4. Harapan untuk 'Gerakan Kampus Ramah Perempuan'

Dok. IDN Times/Istimewa

Sementara itu, Ketua Umum DPP GmnI, Robaytullah Kusuma Jaya, berharap ‘Gerakan Kampus Ramah Perempuan’ menjadi suatu sintesa untuk menjawab fenomena berbasis gender di kampus. Tentu, melalui proses penyadaran bahwa sistem pendidikan nasional juga harus bermuatan persektif gender.

“Hadirnya unit atau lembaga di kampus merupakan output dari hadirnya 'Gerakan Kampus Ramah Perempuan',” katanya.

Pembentukan unit atau lembaga kemahsiswaan, kata Ribaytullah, dihadirkan dengan melibatkan berbagai aspek keilmuan yang ada di kampus. “Rencana selanjutnya, kami akan menawarkan gagasan solutif ini kepada Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar bisa mengakomodir gagasan generasi muda untuk perbaikan kondisi pendidikan dan perempuan di Indonesia,” katanya.

Editorial Team