Jumat (5/4) Dumi mendapatkan telepon dari tim SAR yang bertugas di pos Gunung Arjuno. Telepon tersebut memberikan kabar bahwa ditemukan tulang belulang yang diduga milik Faiqus. Bagai tersambar petir, Dumi merasa kaget, lega, sekaligus sedih saat mendengar kabar tersebut.
"Saya bingung, senang iya karena anak sudah ditemukan. Tapi ya ditemukannya gak seperti yang saya harapkan," tuturnya sembari mengelus dada.
Tim SAR pun meminta perwakilan keluarga untuk datang ke lokasi. Namun Dumi dan suaminya menolak untuk datang. Sebagai gantinya paman Faiqus, Nanang dan kakak Faiqus, Abdul Muad yang datang untuk memastikan apakah rangka tersebut berasal dari tubuh Faiqus.
"Saya sama bapaknya gak berani. Gak kuat. Takut gak tatag (tegar)," jelasnya.