Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pexels.com
Pexels.com

Surabaya, IDN Times - Isu datangnya hari kiamat terus meluas di Kabupaten Ponorogo. Akibatnya, beberapa warga desa di Ponorogo rela menjual harta bendanya dan memilih pindah ke Malang. Mengetahui beredarnya isu ini, Kepolisian Daerah Jawa Timur tak tinggal diam.

1. Diduga ada sebarkan hoaks

Ilustrasi pemakaman/Pexels

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, mengatakan tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah hoaks, salah satunya soal isu kiamat sudah dekat yang terjadi di beberapa daerah, seperti Ponorogo dan Jember. Informasinya, hari kiamat ini disebarkan secara sistematis dan membuat percaya kepala rumah tangga.

"Ada yang kemudian menjual harta dan rumahnya untuk mengikuti ini," ujarnya usai acara Millennial Road Safety Festival 2019 di Jembatan Suramadu, Minggu (17/3).

2. Polisi telah kantongi identitas pelaku

Instagram/humaspoldajatim

Barung mengatakan, polisi telah menelusuri sebuah pondok pesantren yang ada di Malang. Hasilnya, menurutnya pondok pesantren itu tak pernah menyampaikan adanya kiamat yang sudah dekat.

"Kami sedang mendalami mereka-mereka yang (membuat hoaks). Namanya sudah kami tahu, alamatnya tahu meskipun rumahnya sudah dijual," katanya.

3. Polisi gandeng Kemenag Jatim

Instagram/humaspoldajatim

Selain itu, polisi juga telah memeriksa beberapa orang perihal asal informasi kiamat yang mereka dapatkan. Pihaknya juga menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) Jatim, para kiai, dan organisasi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama (NU).

"Tanggal 4 Maret 2019, kami langsung ke pesantren itu dan tidak didapatkan pesantren menyampaikan hal itu. Maka kami telusuri info awal dari mana, yang menyebarkan di Ponorogo itu," kata Barung.

4. Gubernur minta Kemenag lakukan pendekatan

IDN Times/Ardiansyah Fajar

Sebelumnya, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengaku cukup heran adanya perilaku tersebut. Ia pun meminta kepada kepala kantor kementerian agama (Kakankemenag) Ponorogo untuk turun langsung ke desa tersebut.

"Saya minta Kakankemenag konfirmasi sebetulnya apa yang terjadi di kelompok ini," kata Khofifah usai rapat paripurna di DPRD Jatim, Kamis (14/3).

Editorial Team