Surabaya, IDN Times - Proyek kilang minyak di Tuban nampaknya masih mengalami kendala pembebasan lahan. Akan tetapi, pemerintah terus berupaya untuk menuntaskan kendala tersebut pada tahun ini. Rencananya, pembebasan lahan akan dilakukan lagi dalam waktu dekat.
Kilang Minyak Terbesar di Indonesia, Pembebasan Lahan Ditarget April

1. Pembebasan ditarget selesai April
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Setiajid berharap semua pembebasan lahan selesai April. Jika sudah dibebaskan, maka pembangunan oleh PT Pertamina-Rosneft langsung dilakukan.
"Penetapan lokasi (penlok) sudah keluar. Tinggal kecepatan PT Pertamina dalam pengadaan maupun penggantian lahan tukar guling," ujar Setiajid, Selasa (5/3).
2. Seluas 384 hektar yang sedang dibebaskan
Setiajid menambahkan, luas lahan yang sedang dibebaskan ialah 384 hektar. Lahan tersebut milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Status lahannya sudah dibayar taliasih kepada penggarap lahan.
"Kemudian 384 hektar lahan milik masyarakat sedang dilakukan appraisal atau pengukuran dan penghitungan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ini ditargetkan selesai dua bulan," jelas Setiajid.
3. Ada 109 hektar yang sedang tukar guling
Lebih lanjut, ada seluas 109 hektar dari Perhutani dalam proses penyelesaian tukar guling. Begitu juga 160 hektar reklamasi, tinggal nomor induk berusaha. Seluruh pembebasan lahan tersebut ditargetkan usai April mendatang dan dilanjutkan peletakan batu pertama.
Target utamanya, Maret 2024 kilang minyak dengan kapasitas 300 barrel perhari sudah dapat produksi. "Produksi itu 300 barrel untuk kilang minyak itu tidak hanya dari Jawa Timur, growth oil-nya bisa dari Rusia, Rosneft, bisa dari Timur Tengah dan sebagainya di Amerika Latin," jelasnya.
4. Akan jadi kilang minyak terbesar
Untuk diketahui, kilang minyak Tuban ini investasinya sebesar US$15,6 milliar atau setara lebih dari Rp330 trilliun. Dengan nilai investasi itu serta target produksi 300 barrel perhari, kilang minyak Tuban bakal jadi yang terbesar di Indonesia.
Total kilang minyak ini berdiri di lahan 1000 hektar lebih. Dengan rincian 800 hektar dibangun di Kecamatan Njenuh dan 300 hektar reklamasi. Untuk yang di Kecamatan Njenuh, posisi kilang minyak ada di tiga desa, yakni Desa Sumur Geneng, Desa Wadung dan Desa Wedoso.