Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kisah Khofifah dan Kandasnya Mimpi Jadi Seorang Pembalap
IDN Times/Ardyansah Fajar

Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, ternyata pernah bermimpi menjadi seorang pembalap. Ia bahkan pernah dimarahi oleh orangtuanya karena suka kebut-kebutan di jalan pada malam hari.

Keahlian Khofifah mengendarai motor terlihat saat ia membonceng Arumi Bachsin dalam rangkaian Milleniial Safety Road Festival yang diselenggarakan oleh Polda Jawa Timur.

“Ya gitu namanya anak-anak (bermimpi),” kata Khofifah dalam sesi wawancara khusus bersama IDN Times Jawa Timur, Kamis (21/3). 

Lantas, kenapa ia tiba-tiba mengurungkan niatnya untuk menjadi seorang pembalap?

1. Mahalnya biaya perawatan kendaraan balap mengandaskan mimpinya

IDN TIMES/Agus Prabowo

Semasa muda, ia memiliki teman yang kakaknya merupakan seorang pembalap. Khofifah sempat melihat bagaimana kakak temannya membongkar kendaraan yang baru saja digunakan usai balapan.

“Jadi saya baru tahu, sekali turun (setelah digunakan) harus dibongkar mobilnya, biayanya minimal Rp50 juta, ya saya gak punya duit,” ujar mantan Menteri Sosial RI itu.

“Kalau waktu itu bapak punya duit, saya bisa jadi pembalap betulan mungkin haha,” sambungnya.

2. Pernah dimarahi orangtuanya karena suka ugal-ugalan

IDN TIMES/Agus Prabowo

Masa muda Khofifah ternyata memiliki segudang kisah lucu. Tatkala ingin melaju di atas aspal dengan kecepatan tinggi, ia memanfaatkan Kota Surabaya yang sepi pada malam hari.

“Ya gak bagus juga diikutin waktu saya SMA itu haha,” paparnya sembari melepas tawa. “Saya ditegur, ternyata ada yang lapor ke ibu saya. (Saya dilaporin) ‘Itu kalau naik motor udah kayak jalannya punya sendiri saja’. Dulu di daerah Ketintang itu,”.

3. Sering nyasar naik mobil

IDN Times/Ardyansah Fajar

Setelah pindah ke Ibu Kota, ternyata Khofifah dilarang oleh suaminya untuk mengendarai mobil. Pasalnya, ia kerap tersasar bila mengemudi mobil sendiri.

“Suami tidak bolehin bawa mobil. Katanya kalau bawa mobil gak tahu jalan pulang haha. Saya dikasih supir akhirnya. Terakhir nyupir tahun 1992,” ungkap dia.

4. Pernah bermimpi jadi pemain sepak bola juga

IDN Times/Vanny El Rahman

Selain pembalap, Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat itu mengaku juga pernah menggeluti olahraga hoki. Lapangan di Dharmahusada menjadi saksi bisu akan kepiawaian Khofifah bermain dengan si kulit bundar di atas rumput hijau. 

“Saya pernah jadi striker, jadi penjaga gawang juga. Ya dulu itu hanya satu lapangannya, di Dharmahusada.”

Editorial Team