Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ops Patuh Semeru 2019, Pelanggar Lalin Jatim Naik 16,50 Persen

IDN Times/Ardiansyah Fajar
IDN Times/Ardiansyah Fajar

Surabaya, IDN Times - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) telah menginstruksikan jajarannya menggelar Operasi Patuh Semeru 2019 selama dua pekan. Operasi ini digelar sejak 28 Agustus - 11 September 2019. Alhasil, 200.732 pelanggar lalu lintas terjaring operasi.

 

1. Alami kenaikan 16,50 persen dibanding tahun lalu

 

Hasil ini tentunya meningkat jika dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan data yang direkap Ditlantas Polda Jatim, pelanggaran naik 16,50 persen. Angka ini diperoleh dari jumlah pelanggar 2018 sebanyak 172.305 sedangkan 2019 sebanyak 200.732 pelanggar. Akan tetapi, dari 200.732 pelanggar hanya 178.103 ditilang, sisanya 22.629 mendapat teguran.

"Penindakan kita mengalami kenaikan dalam melakukan penindakan di lapangan baik itu helm SNI, melawan arus, menggunakan alkohol, di bawah umur, batas kecepatan, safety belt," ujarnya saat pers rilis di Mapolda Jatim, Kamis (12/9).

2. Terbanyak Polrestabes Surabaya

IDN Times/Ardiansyah Fajar
IDN Times/Ardiansyah Fajar

 

Sementara untuk lima Polres di Jatim yang melakukan giat operasi tertinggi ialah Polrestabes Surabaya, Polresta Sidoarjo, Polres Tanjung Perak, Polres Pasuruan dan Polres Gresik. Polrestabes Surabaya menilang 41.591 pelanggar dan menegur 383 pelanggar.

3. Pelanggar anak-anak masih banyak

IDN Times/Ardiansyah Fajar
IDN Times/Ardiansyah Fajar

 

Budi juga mengungkap, masih banyak anak di bawah umur yang mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya. Polisi pun segera menilang mereka untuk menimbulkan efek jera.

"Memang salah satu target kita adalah melakukan penindakan pada jam-jam tertentu. Kita lihat kan cukup meningkat (pelanggar di bawah umur) dari 37.512 di tahun 2018, kita melakukan penindakan 56.192 pelanggar," ungkap Budi.

4. Digelar lagi jelang Nataru untuk tekan angka kecelakaan

IDN Times/Ardiansyah Fajar
IDN Times/Ardiansyah Fajar

 

Operasi ini, lanjut Budi, akan digelar lagi dalam waktu dekat. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara. Ia berharap, munculnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas.

"Setelah pelaksanaan operasi, tingkat kesadaran berkendara dan tingkat kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin tinggi untuk keselamatan. Nanti ke depan kita akan melaksanakan kegiatan lagi pada kegiatan masyarakat lainnya seperti Natal dan tahun baru," pungkas Budi.

Share
Topics
Editorial Team
Ardiansyah Fajar
EditorArdiansyah Fajar
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

jatim

26 Jan 2026, 15:27 WIBNews