Surabaya, IDN Times - Sumiyati (40) keluar dari sebuah sekat di dalam Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr Soetomo. Kaus hijau yang ia gunakan sudah basah oleh keringat. Ia meraih seorang bayi dari tangan majikannya. Sesekali, ia menimang bayi itu sembari berbicara ditelepon.
"Anak saya. Anak saya satu-satunya," ujar Sumiyati terbata-bata. Air matanya sudah mengucur deras. Bibirnya bergetar hebat ketika berusaha menceritakan bagaimana anak semata wayangnya, Putri (19) dibakar hidup-hidup oleh suaminya sendiri.
