Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App

Surabaya, IDN Times - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) turut turun tangan pasca tragedi kapal motor (KM) Arim Jaya tenggelam di perairan Sumenep, Senin (17/6) malam. Saat ini, jajaran kepolisian langsung mendirikan posko DVI untuk membantu identifikasi korban.

"Polda Jatim sudah mendirikan posko DVI yang tentunya kita bekerjasama dengan polres setempat," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Selasa (18/6).

1. Dua jenazah yang sudah teridentifikasi langsung dikembalikan ke keluarga

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Sukma Shakti)

Barung menambahkan, dua jenazah yang ditemukan sudah diidentifikasi oleh tim DVI. Sehingga langsung dikembalikan ke keluarganya.

"Ini yang 13 lagi akan kita identifikasi, 11 sudah sampai 2 dalam perjalanan, mayat yang kita temukan ada 15," kata Barung.

2. Masih ada tiga orang penumpang yang hilang

Pixabay

Perwira dengan tiga melati emas ini memastikan, bahwa jumlah penumpang di KM Arim Jaya 57 orang. Rinciannya hingga saat ini ada 39 orang selamat, 15 meninggal dunia dan 3 orang masih hilang.

"Kemarin simpang siur, pagi tadi sudah kita pastikan penumpang ada 50 sekian (57 orang)," kata Barung.

3. Pencarian tiga orang yang hilang terkendala ombak

reddit.com

Barung menambahkan, untuk pencarian tiga penumpang yang masih hilang masih mengalami kendala. Yakni ombak di laut yang cukup tinggi mencapai dua sampai tiga meter.

"Di sana ada Angkatan Laut Pol Air, polres dan masyarakat, ombak cukup tinggi ya sekarang 2 sampai 3 meter kita terkendala itu. Kita ada bantuan dari angkatan laut dan pol air di sana," tambah Barung.

4. Dugaan kecelakaan kapal masih dalam lidik

Dok.IDN Times/Istimewa

Ditanya dugaan penyebab tenggelamnya kapal, Barung masih enggan berkomentar lebih jauh. Ia menunggu semua penumpang ditemukan terlebih dahulu, baik dalam keadaan hidup atau pun meninggal dunia.

"Nanti dululah kita lidik itu, setelah semua kita dapatkan baru kita lidik itu. Di mana-mana kan psikologi keluarga dulu yang kami perhatikan," pungkasnya.

Editorial Team