Lantaran belum ada konfirmasi yang akurat, Luki menyebut dugaan teror itu hoaks. Dia menegaskan, apabila ada laporan masuk segera akan diproses. Ia juga meminta barang bukti berupa ular segera diserahkan ke kantor polisi terdekat.
"Kami sampai saat ini menyatakan bahwa itu hoaks. Karena belum bisa mengonfirmasi, belum bisa mengetahui dan kami meminta kalau itu memang ada laporan. Kami akan proses. Seperti kasus kemarin yang tadinya provokasi, kita bisa ungkap semuanya dengan bukti-bukti yang kami dapat," katanya.
Untuk antisipasi adanya hal yang tidak diinginkan, Luki menginstruksikan anggotanya patroli 24 jam di sekitar asrama. "Anggota di sana menjaga keamanan dari pada warga sekitar. Termasuk yang ada di asrama Kalasan. Jangan sampai ada pihak lain yang memanfaatkan situasi ini. Sehingga situasi semakin tidak kondusif," pungkasnya.