Baru-baru ini akademisi Universitas Brawijaya (UB), Prof Pitojo Tri Juwono melakukan penelitian terhadap ketersediaan air baku di lokasi ibu kota baru. Dalam peneliatiannya, Pitojo menemukan fakta bahwa ketersediaan sumber air baku di lokasi ibu kota baru masih belum mencukupi.
Hal itu didasarkan pada keberadaan sumber air yang ada di kawasan tersebut. Sejauh ini wilayah Penajam Paser Utara baru memiliki empat bendungan. Jika dihitung, empat bendungan tersebut mampu menghasilkan air bersih sebesar 2,56 mili kubik per detik.
Nantinya, jika sudah resmi menjadi ibu kota, kawasan tersebut akan mengalami penambahan populasi sekitar lima juta penduduk dengan kebutuhan air mencapai 10,93 mili kubik per detik.
"Ketersediaan air baku saat ini ditambah dengan pertumbuhan penduduk, maka akan terjadi defisit air baku 8,38 mili kubik per detik. Tentu defisit ini harus bisa dipenuhi," papar Pitojo, Rabu (13/11).