Ubah Warna Monumen Trunojoyo, Pemkab Sampang Diprotes

Sampang, IDN Times - Komunitas Perupa Sampang mengecam Pemkab Sampang karena mengubah warga tugu Monumen Trunojoyo. Sebelumnya, warna Monumen Trunojoyo bewarna perak dan emas, kemudian diubah menjadi warna putih dan biru.
Ketua Komunitas Perupa, Chairil Alwan menilai perubahan warna itu telah mencederai nilai filosofis dan sejarah dari tugu yang melambangkan perjuangan, menegakkan keadilan, dan kebenaran itu.
1. Makna di balik warna emas dan perak

Menurut Chairil, bentuk dan pewarnaan tugu tidak dibuat sembarangan. Pembahasannya melibatkan banyak ulama dan tokoh melalui proses rapat yang panjang. Pembahasan dimulai pada 2003 dan baru rampung setahun kemudian.
Semua warna dan simbolis tugu mempunyai filosofi berdasarkan masukan para tokoh dan ulama di Sampang, seperti bentuk tiga tombak yang artinya iman, islam dan ihsan.
“Keris berbentuk tombak dengan demangan panjang tangkai dari pohon lamtoro itu merupakan simbolis senjata perjuangan Trunojoyo," kata dia, Sabtu (24/3).
2. Akan dikembalikan ke warna semula

Setelah ramai diprotes, Pemerintah Kabupaten Sampang berjanji akan mengembalikan warna tugu Monumen Trunojoyo ke warna semula. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi beberapa semua pihak yaitu Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Komunitas Perupa Sampang (KPS) juga DPRD Sampang.
“Setelah kami mendapat laporan dari KPS, kami tindak lanjuti dan Bupati meresponnya dengan memberikan instruksi kepada DLH agar dikembalikan ke warna asal," terang Wakil Ketua DPRD Sampang, Abdussalam.
Dari pertemuan itu terungkap warna tugu telah tertuang dalam Peraturan Bupati, sehingga tidak diperbolehkan mengubah bentuk maupun warnanya.
3. Perubahan warna karena miskomunikasi

Menurut Abdussalam, perubahan warna terjadi karena antara Dinas Lingkungan Hidup dengan Disporabudpar terjadi miskomunikasi. Dia menjelaskan staf Disporabudpar tak paham aturan dan riwayat perubahan warna.
"Hanya miskomunikasi saja," kata dia.
Terpisah, Kepala Disporabudpar Kabupaten Sampang, Aji Waluyo, mengatakan akan secepatnya mengubah ke warna asal sesuai kesepakatan rapat. "Warna keris atau tombak berwarna emas. Demangan atau pegangan tombaknya warna tembaga," kata dia.

