Edy Rahmayadi Mundur, Ketua PSSI Jatim: Saya Menghormati Keputusannya

Surabaya, IDN Times - Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, secara terbuka menyatakan mundur dari jabatannya. Keputusan mundur itu diucapkan Edy saat pidato di Kongres PSSI, di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1). Padahal Edy masih memiliki masa jabatan hingga tahun 2020.
"Hari ini saya umumkan mundur dari PSSI," kata Edy.
1. Hormati keputusan Edy karena kesibukan

Mundurnya Edy sebagai Ketua Umum PSSI disikapi oleh Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, Ahmad Riyadh. Dia mengatakan jika sangat menghormati keputusan Edy. Apalagi, posisi Edy saat ini juga menjabat Gubernur Sumatera Utara.
"Saya menghormati keputusannya, itu pilihan Pak Edy, mundur karena gak ada waktu, padahal PSSI sedang berkonsentrasi penuh membangun internal organisasinya ini. Terus dia jabatnya juga di Medan, terus PSSI di Jakarta, jaraknya jauh, setiap saat gak bisa hadir," ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Minggu (20/1).
2. Sepak bola Indonesia dalam kondisi darurat

Riyadh menambahkan, selain kesibukan, alasan Edy mundur juga karena sepak bola Indonesia dianggap dalam kondisi darurat. Hal ini terkait dibongkarnya kasus pengaturan skor yang melibatkan pengurus PSSI.
"Beliau nyampaikan situasi saat ini mengharuskan Edy hadir terus, tapi gak bisa penuh, sehingga perlu konsentrasi dari ketua baru," tambahnya.
3. Joko Driyono jadi pengganti sementara Edy

Seusai Edy mundur, kata Riyadh, jabatan Ketua Umum PSSI untuk sementara diserahkan kepada Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. Jokdri sapaan akrab Joko Driyono akan menjabat Ketua Umum PSSI hingga digelar kongres.
"Menurut statuta, wakil ketua naik sampai kongres. Tapi, di tengah perjalanan jika ada yang minta KLB (Kongres Luar Biasa), ya harus diakomodir. Semua sepakat Pak Jokdri jadi ketua," jelasnya.
4. Jokdri jadi harapan baru sepak bola Indonesia

Riyadh berharap, dengan naiknya Jokdri sebagai Ketua Umum PSSI bisa membuat sepak bola menjadi semakin maju. Alasannya, dia menilai Jokdri merupakan orang yang sangat paham dengan kondisi dan solusi sepak bola Indonesia.
5. Edy sampaikan permintaan maaf

Sebelumnya, Edy Rahmayadi secara resmi mengundurkan diri dari Ketua Umum PSSI. Pengunduran diri itu ia sampaikan langsung dalam Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua, Bali.
"Terima kasih atas perhatiannya, saya serahkan bendera ini. Saya berarti dengan sah detik ini, saya tinggalkan dan saya serahkan kepemimpinan PSSI ini. Saya tak mau ada yang mengkhianati keputusan saya ini," kata Edy dalam sambutannya.
Tak lupa, ia pun meminta maaf kepada seluruh stakeholder sepak bola Indonesia karena belum bisa memberikan prestasi gemilang bagi persepakbolaan Indonesia.
"Saya mohon maaf sekali lagi apa bila ada kata-kaya yang sering tak tepat dan apa bila ada perbuatan-perbuatan yang kurang baik. Saya manusia biasa, saya berusaha berbuat yang terbaik, tapi inilah kemampuan saya. Bersatu kalian besarkan PSSI kita," pungkasnya.




