Kelahiran Malang, Panglima TNI Minta Aremania Miliki 4 Sifat Ini

Malang, IDN Times - Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan ada empat sifat yang harus dimiliki oleh Arema FC dan Aremania. Empat sifat itu antara lain, seorang ksatria, jiwa militan, loyal, dan profesional.
"Seorang lahir asli Malang, harus memiliki sifat itu. Sifat itu sebagai pegangan bagi Arema FC dan Aremania," terangnya saat silaturahmi bersama Arema FC dan Aremania di Balaikota Malang, Minggu (3/3).
1. Kstaria berarti tidak mengenal kata takut

Panglima kelahiran Singosari, Malang itu menyebutkan maksud masing-masing sifat itu. Pertama, seorang ksatria yang dimaksud tidak memiliki ketakutan akan lawan yang dihadapinya. Arema FC dan Aremania harus berani dalam situasi dan kondisi apapun. "Di manapun berada, Arema harus berani dan pantang menyerah," ujarnya.
2. Jiwa militan harus dimiliki Arema FC dan Aremania

Kedua, Arema FC dan Aremania harus memiliki jiwa militan. Para pemain maupun suporter harus bergairah, semangat yang tinggi dan pantang menyerah. "Tidak boleh takut dengan kondisi apapun karena militan itu artinya pantang menyerah," ujarnya.
3. Aremania harus ada di manapun Arema FC berada

Ketiga loyalitas yang berarti di manapun Arema FC sedang berlaga, Aremania harus tetap ada di sisinya. "Aremania harus punya loyalitas kepada Arema FC. Aremania adalah pemain keduabelas. Maka dari itu harus loyal dalam menemani Arema FC," katanya.
4. Arema FC dan Aremania harus profesional

Dan yang terakhir memiliki sifat profesional. Arema FC di lapangan diminta harus bisa menunjukkan sifat itu dengan meraih kemenangan. "Arema FC harus menang di manapun berada. Di antara Arema FC maupun Aremania pasti menang," ujarnya.
Menurutnya, sebagai sosok Panglima TNI yang ke-18 dan satu-satunya Panglima kelahiran Malang, jabatan itu diraih disebabkan keberadaan empat sifat itu dalam dirinya. Ia menjadikan empat sifat tersebut untuk menjaga Indonesia.
"Saya bisa jadi Panglima saat ini karena memiliki sifat itu. Maka dari itu, Arema harus pegang," tutupnya.
5. Sebagai penjaga pertahanan NKRI

Di akhir sesi pertemuannya, Panglima TNI diberikan cinderamata berupa lukisan dirinya sebagai penjaga gawang. Ia memandang lukisan itu memiliki filosofi yang sangat menjiwai dirinya. "Lukisan ini memiliki filosofi yakni, sebagai benteng pertahanan NKRI,. Jaga bersama agar tidak ada perpecahan di negara yang kaya raya ini. NKRI Harga Mati," tandasnya.




