Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

12 Kabupaten Ini Miliki Angka Stunting Tertinggi di Jatim

Dok IDN Times/Istimewa
Dok IDN Times/Istimewa

Surabaya, IDN Times - Jumlah stunting di Jawa Timur (Jatim) rupanya masih cukup tinggi. Stunting ialah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya. Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.

1. Kawasan Madura masih banyak stunting

Dok IDN Times/Istimewa
Dok IDN Times/Istimewa

Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Kohar Hari Santoso menyebut ada 12 kabupaten di Jatim yang angka stuntingnya masih tinggi. Yakni Sampang, Pamekasan, Bangkalan, Sumenep, Jember, Bondowoso, Probolinggo, Nganjuk, Lamongan, Kabupaten Malang, Trenggalek, hingga Kabupaten Kediri.

"Terutama di seluruh kawasan Madura," ujar Kohar saat dikonfirmasi, Minggu (7/4).

2. Beri perhatian ke 12 kabupaten Jatim

Kadinkes Jatim Kohar Santoso. IDN Times/Vanny El Rahman
Kadinkes Jatim Kohar Santoso. IDN Times/Vanny El Rahman

 

Lebih lanjut, Dinkes Jatim pun memberikan perhatian khusus terhadap 12 kabupaten tersebut. Kohar pun mengatakan, saat ini Pemprov Jatim mempunyai program untuk mengatasi stunting.

"Karena fokus dari tim nasional, ada percepatan penanggulangan kemiskinan di dalamnya termasuk stunting. Dan itu dilakukan dengan berbagai intervensi mulai dari penanganan bayinya, ibu hamil dan remaja yang memiliki keturunan," kata Kohar.

3. Total persentase Jatim masih 26,2 persen PSG

Dok IDN Times/Istimewa
Dok IDN Times/Istimewa

Dengan itu, jumlah stunting di Jatim diharapkan bisa ditekan. Sekarang saja, Kohar menyatakan angka stunting di Jatim mencapai 26,2 persen Pemantauan Status Gizi (PSG). Namun hingga kini masih dilakukan perhitungaan melalui riset kesehatan dasar (Riskesdas).

"Bukan bertambah, tapi kabupaten kota yang difokus itu ditambahi kenapa? Ya di lihat dari angkanya. Setiap negara selalu memiliki stunting, di negara maju ya juga selalu ditemui. Tapi dilihat dari jumlahnya yang di bawah batas," jelas Kohar.

4. Sosialisasi sejak dini jadi yang utama

IDN Times/Indiana Malia
IDN Times/Indiana Malia

 

Sementara terkait upaya pemprov untuk menangani kasus stunting ini oalah memberikan sosialiasi. Tidak hanya kepada ibu hamil saja, melainkan juga ke perempuan yang masih remaja.

Dinkes Jatim juga membagikan suplemen zat besi kepada perempuan dan ibu hamil di Jatim yang stunting di daerahnya masih tinggi. Karena ini merupakan tindakan untuk pendampingan gizi.

"Termasuk ini saya berangkat ke Banyuwangi tepatnya di Sukamade karena laporannya ada kasus ini melahirkan yang meninggal. Katanya daerahnya sulit. Termasuk fasilitasnya sulit," katanya.

Kohar juga menyampaikan kalau stunting harus dilakukan penangan sejak dini ini. Karena, stunting berbeda dengan penyakit lain yang bisa diobati dengan sekejap, namun membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Stunting itu kan gangguan gizi yang sifatnya kronis mulai dari kehamilan, sampai lahir sampai umur dua tahun dan balita. Kemudian itu tidak bisa diintervensi kemudian besok sudah tidak stunting. Karena perlu waktu, yang kita cermati upayanya supaya jangan ada stunting," pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Ardiansyah Fajar
EditorArdiansyah Fajar
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Naik Rp13 Ribu, Cek Daftar Harga Emas 5 Agustus 2025

24 Nov 2025, 15:43 WIBNews

artikelOnhold-ag9w

05 Nov 2025, 10:11 WIBNews