Aksi Penembakan di Papua, Polda Jatim Kirim 100 Polisi

Surabaya, IDN Times - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengirimkan 100 anggota Brimob ke Papua. 100 personel itu untuk membantu penindakan dan penumpasan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
"Kami berangkatkan satu kompi besok, Rabu (5/12). 100 orang Brimob Polda Jatim menggunakan pesawat Sriwijaya Air," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Selasa (4/12).
1. Anggota Brimob diberangkatkan dari Surabaya

Barung mengatakan pemberangkatan dilakukan pada pukul 19.00 WIB. Untuk fungsi Brimob Polda Jatim yang berangkat, nantinya tergantung situasi di Papua. "Ini kan di bawah kendali operasi BKO, nah penggunaannya tergantung Polda Papua," katanya.
2. Polda Jatim enggan bagikan situasi di Papua

Barung enggan menjawab soal situasi terakhir di Papua pasca penembakan 31 pekerja. "Kabid Humas tidak berbicara terkait situasi apa yang terjadi di Papua, tetapi kami berbicara tentang penguatan pasukan yang akan mem-backup membantu Polda Papua guna Operasi Maleo," tegasnya.
3. Operasi Maleo selain memburu KKB, juga jaga situasi

Operasi Maleo, kata Barung, menyampaikan bukan khusus untuk memburu KKB. Menurutnya, operasi itu untuk keamanan, penjagaan, dan pengawalan. "Terutama objek vital dan hal-hal yang menyangkut tentang situasi yang ada di sana (Papua)," terangnya.
4. Anggota Brimob Polda Jatim yang berangkat sangat tahu spesifikasi situasi di Papua

Barung menambahkan, anggota Brimob Polda Jatim yang diberangkatkan dijamin sudah terlatih. Mereka akan bertugas sesuai intruksi Polda Papua.
"100 (anggota Brimob Polda Jatim) itu dipilih dari masing-masing. Dari A, B, dan C yang memiliki spesifikasi terhadap situasi yang ada di sana, nah situasi di sana spesifikasinya seperti apa, saya tidak akan menyampaikan ke media, dong," pungkasnya.
5. 24 orang lebih dibunuh KKB

Sebelumnya, berdasarkan keterangan Polda Papua, hingga Senin (3/12) pukul 22.35 WIT, sebanyak 24 orang lebih dulu dibunuh. Setelah itu, sebanyak 8 orang sempat melarikan diri ke rumah seorang anggota DPRD. Namun, delapan orang itu dijemput oleh kelompok bersenjata. Tujuh di antaranya dibunuh, satu orang melarikan diri dan belum ditemukan.

















