Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kasus Mutilasi di Blitar, Polisi Kejar 2 Saksi Tambahan

polisi atau police line
polisi atau police line

Surabaya, IDN Times - Hari ketiga pasca penemuan mayat Budi Hartono (28), korban mutilasi yang mayatnya dibuang dalam koper, polisi masih belum menentukan siapa dalang di balik pembunuhan sadis ini. Jumlah saksi yang diperiksa pun terus bertambah hingga saat ini sebanyak 16 saksi.

1. Sudah 16 saksi diperiksa

Instagram/humaspoldajatim
Instagram/humaspoldajatim

 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan bahwa 16 saksi tersebut berasal dari 2 wilayah yaitu Kediri, kota asal Budi, dan Kota Blitar di mana mayat Budi ditemukan. Saat ini pencarian pun lebih difokuskan di Kediri.

"Ada 6 saksi yang kita periksa di Kota Blitar dan 10 di Kediri. Nah 10 di Kediri ini kita orientasi sekarang terbesar untuk pengungkapan kasus. Di mana ponsel korban terakhir kali mati di Kediri," ujar Barung di Mapolda Jatim, Sabtu (6/4).

2. Dua saksi tambahan dalam tahap pengejaran

polisi atau police line
polisi atau police line

 

Namun rupanya masih ada 2 saksi lagi yang saat ini sedang dalam tahap pengejaran oleh kepolisian. 2 saksi yang disebut Barung sebagai teman dekat korban ini diduga menjadi kunci atas kasus mutilasi tersebut.

"Dua orang di Kediri ini memiliki orientasi seks sama dengan korban. Sehingga kita mempersempit pencarian," lanjutnya.

3. Ponsel korban dalam proses pencarian

unsplash.com/Chris Adamus
unsplash.com/Chris Adamus

 

Selain dua saksi tersebut, tim IT dari Polda Jatim tengah melacak keberadaan telepon genggam milik korban. Pasalnya posisi terakhir telepon genggam diketahui dalam kondisi menyala pukul 04.00 WIB di Kediri.

"Saat ini ponsel korban tengah dikuasai oleh seseorang. Kita tidak dapat menyampaikan lebih lanjut karena masih dalam tahap penyelidikan," pungkas Barung.

4. Motif terkuat adalah asmara

unsplash.com/rawpixel
unsplash.com/rawpixel

 

Sebelumnya, polisi telah mengerucutkan motif pelaku dalam tindakan keji ini. Barung mengatakan bahwa polisi awalnya menduga ada 3 motif yaitu ekonomi, perampokan, dan asmara. Namun setelah 14 saksi rampung dimintai keterangan, motif kejahatan yang saat ini dipercaya adalah asmara.

"Sekarang kita kerucutkan kembali dari 14 saksi yang sudah kita periksa kami berkeyakinan bahwa kami menghilangkan motif perampokan atau curasnya dan kami menghilangkan motif ekonomi dari kasus ini," tutur Barung, Jumat (5/4).

Share
Topics
Editorial Team
Fitria Madia
EditorFitria Madia
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Naik Rp13 Ribu, Cek Daftar Harga Emas 5 Agustus 2025

24 Nov 2025, 15:43 WIBNews

artikelOnhold-ag9w

05 Nov 2025, 10:11 WIBNews