Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rizal Ramli Sebut Survei Elektabilitas Hasil Rekayasa

IDN Times/Ardiansyah Fajar
IDN Times/Ardiansyah Fajar

 

Surabaya, IDN Times - Pakar ekonomi sekaligus Mantan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman masa Presiden Joko 'Jokowi' Widodo, Rizal Ramli buka-bukaan terkait survei elektabilitas. Menurutnya, survei adalah rekayasa. 

 

 

1. Tahun 2014 ada 12 lembaga survei disewa

IDN Times/Gregorius Aryodamar
IDN Times/Gregorius Aryodamar

 

Rizal mengatakan bahwa tahun 2014 sebanyak 12 lembaga survei disewa oleh financial backer Jokowi. Tiap orang menyewa 2 lembaga survei sehingga total ada 12 lembaga survei yang disewa.

"Kesimpulan hasil survei, kalau PDIP mencalonkan Megawati, Capres 2014, PDIP merosot dari 16 persen ke 12 persen. Tapi kalau Jokowi, PDIP akan naik dari 16 persen ke 33-36 persen," ujar Rizal.

2. Kesimpulan lembaga survei hanya rekayasa

IDN Times/Ardiansyah Fajar
IDN Times/Ardiansyah Fajar

 

Pernyataan 12 lembaga survei itu pun disangga oleh Rizal. Dia mengaku keliling Indonesia untuk bicara dengan berbagai lapisan masyarakat sekaligus random survei. "Kesimpulan saya saat itu Jokowi effect hanya 2 persen. Pilpres, Jokowi terpilih ternyata betul, PDIP hanya naik dari 16 persen ke 18,4 persen," katanya.

3. Pilkada DKI Jakarta Rizal sebut lembaga juga survei salah

IDN Times/Helmi Shemi
IDN Times/Helmi Shemi

 

Tak hanya Pilpres 2014, Rizal juga sempat dipanggil Jokowi dua bulan jelang Pilkada DKI Jakarta 2017. Dia ditanya apakah Ahok atau Basuki Tjahja Purnama akan menang, dijawabnya kalah. Padahal lembaga survei klaim Ahok bisa menang 3 persen di atas Anies Baswedan. "Tapi apa yang terjadi, Ahok kalah 16 persen."

4. Ia memprediksi suara Jokowi melorot

IDN Times/Ardiansyah Fajar
IDN Times/Ardiansyah Fajar

 

Rizal juga mengomentari soal banyaknya lembaga survei yang mengunggulkan Jokowi 20 persen di atas Prabowo. "Dugaan saya, Jokowi 40 persen, Prabowo 30 persen tapi Prabowo naik. Jokowi merosot," kata Rizal.

Sementara untuk swing vote sebesar 30 persen, Rizal menyebut mereka dari kalangan terdidik dan mapan secara ekonomi. "Mereka belum tentukan pilihan. Di satu segi dia senang Jokowi jujur tapi kebijakan ekonominya bikin susah. Mau pilih Prabowo juga belum mau," katanya.

"Jadi, sisa 30 persen masih ragu. Saya bilang ke Prabowo, Mas Bowo seandainya menang belum tentu timnya hebat tapi rakyat sudah sebel aja sama ekonomi susah. Pengen perubahan. Yang penting ganti dululah," pungkas Rizal.

Share
Topics
Editorial Team
Ardiansyah Fajar
Faiz Nashrillah
Ardiansyah Fajar
EditorArdiansyah Fajar
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Naik Rp13 Ribu, Cek Daftar Harga Emas 5 Agustus 2025

24 Nov 2025, 15:43 WIBNews

artikelOnhold-ag9w

05 Nov 2025, 10:11 WIBNews