Tahun Politik, Zawawi Imron dan Benny Susetyo Beri Pesan Kebangsaan

Banyuwangi, IDN Times - Budayawan yang tergabung dalam Gerakan Suluh Kebangsaan, Romo Benny Susetyo dan Zawawi Imron memberikan pesan kebangsaan kepada generasi millennials di Kabupaten Banyuwangi. Pesan-pesan kebangsaan dan rasa nasionalisme disampaikan agar generasi muda dan masyarakat dari berbagai lapisan tidak terpecah di tahun politik.
1. Generasi millennials harus optimis
Kepada puluhan generasi millenial, Romo Benny menyampaikan sebagai generasi penerus harus optimis agar Indonesia menjadi negara yang maju. "Anak anak millennials itu pewaris masa depan. Harus optimis jadi lima negara terbesar, maju, dan berkembang," kata Benny saat dialog kebangsaan di halaman Stasiun Banyuwangi Baru, Jumat (22/2).
2. Mencari pemimpin yang menguasai teknologi informasi
Benny kemudian memberi ilustrasi seorang tokoh filsuf, Francis Bacon, yang hidup pada abad ke-16. Saat itu Fransiscus berkata siapa yang menguasai tekonologi informasi akan dapat menguasai dunia.
"Anak-anak muda sudah menguasai itu, contohnya Banyuwangi. Dengan teknologi informasi bisa mengubah wajah Banyuwangi menjadi banyak wisatawan yang datang," katanya.
Seperti yang dikatakan oleh tokoh filsuf Yunani, Socrates dan Plato pada abad ke-4, mencari seorang pemimpin harus yang memiliki inovasi dan kreativitas. Selain itu, menurutnya generasi muda harus cari pemimpin yang dosanya paling sedikiti.
"Cari pemimpin yang bisa menguasai tiga hal, teknologi, informasi dan komunikasi. Menjaga nasionalisme, lewat aktualisasi Pancasila. Dan sekali salah pilih pemimpin, bisa menuju kehancuran," paparnya.
3. Zawawi Imron tampil dengan gaya puitis
Sementara itu, Budayawan Zawawi Imron tampil memberikan pesan kepada generasi muda dengan analogi puitis. "Saya tidak menggubah perspektif intelektual, tapi perspektif hati nurani, tidak hanya berpikir, tapi juga menghayati," kata Zawawi memulai pembicaraan
Dia menambahkan, generasi muda dan semua lapisan masyarakat harus mencintai Indonesia. Alasannya, para generasi muda telah memanfaatkan segala macam kandungan yang ada di Indonesia untuk hidup.
"Ibarat katak yang belum pernah ke laut, melihat sumur akan merasa luas sekali. Minum air Indonesia, jadi darah kita, itu konkret, menghirup udara jadi nafas kita, bumi tanah air adalah sajadah kita. Mati akan tidur dalam pelukan bumi Indonesia," katanya.
Sementara itu, menurutnya nilai Bhineka Tunggal Ika jadi identitas yang indah dan harus disyukuri. "Indahnya nikmat ketika bersatu, ke depan anak kita akan jadi Indonesia emas. Madura kawin dengan Kalimantan, Madura dengan Jawa, bukan hanya sesama etnis," katanya optimis.